Cerita Tentang Menaklukan Benteng Khaibar - Part1

Cerita Tentang Menaklukan Benteng Khaibar - Part1
Cerita Tentang Menaklukan Benteng Khaibar - Saat waktu senggang saya membaca sebuah cerita pendek yang lumayan menarik, nah bagi sobat yang penasaran berikut ceritanya silahkan sobat semua menyimaknya.

Cerita Tentang Menaklukan Benteng Khaibar
Khaibar adalah sebuah tempat di sebelah timur laut kota Madinah. Ia merupakan daerah kekuasaan Yahudi. Ketika Bani Nadhir gagal menimbulkan kekacauan di kota Madinah, mereka pun berlindung di Khaibar.

Dari Khaibar ini, orang - orang Yahudi sering menghasut kabilah-kabilah Arab, termasuk orang-rang Mekah. Diantara kabilah yang dihasut oleh orang-orang Yahudi dari Khaibar adalah Bani Fizarah.

Pada Bulan Rabi'ul Awwal, mereka dihasut untuk merampok unta milik orang-orang Madinah dan pada bulan berikutnya, orang-orang Yahudi berhasil menghasut Bani Ghatafan. Selain merampok, mereka juga membunuh dan melukai banyak penduduk desa di sekitar kota Madinah.

Pada tahun yang sama, tahun ketujuh Hijri, tepatnya pada bulan Syawwal, orang-orang Yahudi merencanakan akan menyerang kota Madinah lagi, penyerangan diatur sedemikian rupa oleh kaum Yahudi Khaibar dan Bani Ghathafan.

Nabi SAW, mendengar rencana jahat kaum Yahudi tersebut. Dengan kekuatan 1600 orang, 200 orang di antaranya berkuda, Nabi Muhammad SAW, berangkat menuju Khaibar dengan menaiki bukit-bukit yang terjal, dibawah udara yang sangat panas dan menyengat, Nabi Muhammad SAW dan pasukannya sampai ke sebuah tempat yang bernama Raji'. Sebuah tempat yang terletak di antara Khaibar dan Bani Ghathafan.

Melihat pasukan Nabi SAW., orang-orang Yahudi dengan penuh ketakutan berlari kembal memasuki benteng-benteng mereka sambil berteriak :
"Pasukan Muhammad sudah datang! PAsukan Muhammad sudah datang! Pasukan Muhammad sudah datang!"

Khaibar merupakan lembah yang diperlengkapi oleh orang-orang Yahudi dengan sepuluh benteng yang kukuh. Benteng-benteng itu berdiri di puncak bukit-bukit batu yang terjal. Benteng yang paling kuat ada empat : Al-Qamus, Al-Watibah, Al-Watih dan Sulalim. Satu persatu benteng-benteng itu direbut oleh kaum muslim. Orang-orang Yahudi semakin terdesak, akhirnya mereka berlindung di balik sebuah benteng yang paling perkasa, benteng yang menjulang di atas bukit batu yang paling tinggi yaitu benteng Al-Qamus, benteng tempat pemimpin Yahudi, Kinanah bin Rabi', bersembunyi.

Benteng Al-Qamus sangat sulit direbut. Maka dalam keadaan kesulitan seperti itu, di atas batu yang diberi nama Mansilah Nabi SAW, melakukan Shalat. Lantas Nabi SAW, berdoa kepada Allah SWT, agar diberi kekuatan dan kemenangan. Nabi SAW, benar-benar sedir menyaksikan pasukan kaum Muslim yang selalu gagal ketika akan merebut benteng Al-Qamus. Pasukan kaum Muslim yang dipimpin oleh Abu Bakar r.a. di pukul mundur, begitu juga pasukan kaum muslim yang di pimpin Umar r.a. Sementara perbekalan kaum muslim sudah semakin berkurang. Dan orang-orang Yahudi semakin berhasil menghancurkan ladang-ladang untuk tujuan melaparkan kaum muslim.

Menyaksikan kegagalan seperti itu, Nabi Muhammad SAW, memanggil para sahabatnya. DIa mengatakan, "Besok aku akan menyerahkan bendera kepada seseorang yang selalu menyerbu dan tidak pernah mundur, yang mencintai Allah dan Rasul-Nya dan dicintai Allah dan Rasul-Nya. Allah akan memberikan kemenangan melalui kedua tangannya." Mendengarkan penjelasan Nabi seperti itu, pada malam itu para sahabat tidak bisa tidur. Mereka ingin segera tahu siapa orang yang dimaksudkan oleh Nabi itu, Sahabat Nabi Burai-dah berkata, "Setiap orang yang dekat dengan Rasulullah SAW, waktu itu mengharapkan memegang bendera."

Keesokan harinya, pagi hari sekali, para sahabat sudah berkumpul di sekitar Rasulullah SAW. Dengan perasaan penuh harapan, semua menunggu siapa orang yang dimaksudkan oleh Nabi SAW, iu. Semua mata para sahabat terpusat kepada Nabi dan setiap telinganya siap mendengar ucapannya. DAlam keadaan hening, tiba-tiba terdengar suara Nabi SAW. Beliau berkata, "Mana Ali bin Abi Thalib?" Para sahabat menyahut. "Dia sakit mata, ya Rasulullah." Mendengar jawaban para sahabat seperti itu, Nabi memanggil Salmah bin Akwa'. Disuruhnya Salmah memanggil Ali. Ali pun datang dipapah oleh Salmah dalam keadaan sama sekali tidak sanggup membuka kedua matanya, dan badannya sangat panas karena demam. Setelah Ali mendekat kepada Nabi SAW. maka Nabi mengusap kedua mata Ali dengan tangannya yang mulia sambil berdoa, "Ya Allah, hilangkanlah sakit mata, panas dan dingin dari Ali. Bantulah ia menghadapi musuh-musuhnya. Berikan kemengangan melalui kedua tangannya. Sebab, ia hamba-Mu, yang mencintai-Mu dan yang mencintai Rasul-Mu, ia penyerbu yang tidak pernah mundur." Begitu Nabi SAW, selesai berdoa, tiba-tiba sakit mata Ali sembuh dan tidak lagi terasa panas karena demam. Ali benar-benar sehat seperti sebelumnya tidak pernah sakit apa-apa. Selanjutnya, bendera kaum Muslim pun diberikan kepada Ali. Lalu Rasulullah sendiri memberikan pedangnya yang bernama Zulfiqar kepadanya. Sebelum pergi menyerang Ali bertanya kepada Rasulullah SAW., "Wahai Rasulullah, apakah aku harus menyerang mereka sampai menjadi seperti kita?" "Berangkatlah," Kata Rasulullah SAW. " Datangilah tempat mereka, serulah mereka kepada Islam. Demi Allah, sekiranya Allah memberikan petunjuk kepada seseorang melalui usahamu, itu lebih baik dari pada apapun yang paling berharga di dunia ini,"

Bagaiman cukup serukan kisahnya, untuk mengetahui kisah selanjutnya silahkan sobat mengunjungi Cerita Tentang Manaklukan Benteng Khaibar Part2, Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan.

Terimakasih

Penulis : A. Effendi, Drs. Sali Iskandar, Drs. Masnipal Marhun
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Agama / Cerita dengan judul Cerita Tentang Menaklukan Benteng Khaibar - Part1. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://kreasi-bisnis-belajar.blogspot.com/2013/09/cerita-tentang-menaklukan-benteng-khaibar-Part1.html. Terima kasih!
 
Support : Creativoltz | Black Share | Black Cheat
Copyright © 2013. Berbagi Informasi - All Rights Reserved
Template Created by Maskolis Author Wenks
Proudly powered by Blogger