Mengapresiasi Drama Remaja

Mengapresiasi Drama Remaja
Mengapresiasi Drama Remaja - Pada kesempatan kali ini saya mau berikan informasi mengenai Mengapresiasi Drama Remaja, semoga artikel ini bisa berguna buat sobat semua untuk lebih jelasnya silahkan sobat simak artikel dibawah ini.

A. Membaca Drama Remaja
Drama remaja adalah drama yang berisi masalah-masalah yang menyangkut remaja dalam kehidupan sehari-hari disekolah, dalam masyarakat dan di dalam keluarga. Untuk mengetahui jalan cerita suatu drama, kita harus berusaha mengikuti dengan baik percakapan atau dialog dalam drama. Jalan cerita drama segala peristiwa baik yang sudah berlangsung maupun yang akan datang, dikemukakan dalam waktu yang sedang belaku di pentas.

Mengapresiasi Drama Remaja

Ketika membaca karangan drama, kita harus mampu membayangkan. Seolah-olah kita melihat dan mendengar ucapan pemain di atas pentas.

B. Anatomi Drama
Agar kita dapat memahami bentuk karangan drama, perlu kita ketahui tentang anatomi atau bagian-bagian drama.
a. Babak
Kebanyakan drama dibagi di dalam babak-babak meskipun tidak merupakan keharusan untuk memudahkan pekerjaan kru atau awak pentas. Pengarang memberi petunjuk kepada mereka dengan menyatukan semua peristiwa yang terjadi di suatu tempat dan pada satu urutan waktu dalam satu babak.
b. Adegan
Satu babak biasanya dibagi-bagi didalam adegan-adegan. Adegan adalah bagian babak yang atasnya ditentukan oleh perubahan peristiwa berhubungan dengan munculnya atau perginya seorang atau lebih tokoh cerita ke atau dari atas pentas.
c. Dialog
Bagian yang amat penting dan secara lahiriah membedakan sastra drama dengan jenis sastra lainnya ialah dialog. Para prinsipnya drama merupakan rangkaian dialog, yang dinyatakan dengan bahasa. Bahasa/kalimat harus menarik dan ekonimis. Bahasa dalam drama harus dapat menciptakan suasana terpenting dalam cerita.
d. Petunjuk Pengarang
Petunjuk pengarang adalah bagian naskah yang memberikan penjelasan kepada pembaca atau awak pentas. Biasanya tertulis dalam kurung.
e. Prolog
Memang tidak semua naskah drama menggunakan prolog. Prolog ialah bagian pendahuluan drama yang merupakan pengantar naskah. Prolog dapat berisi satu atau beberapa keterangan atau pendapat pengarang tentang cerita yang akan disajikan.
f. Epilog
Epilog ditempatkan pada akhir naskah sebagai penutup. Berisi kesimpulan ini pengarang mengenai cerita. Kadang-kadang disertai pesan atau nasihat. Dewasa ini, tampaknya prolog dan epilog ini tidak disukai pengarang karena dirasanya tidak perlu.
g. Solilokui
Solilokui adalah bagian lain dari naskah drama yang merupakan ungkapan perasaan dan pikiran tokoh cerita yang diucapkan kepada diri sendiri, baik pada waktu ada orang lain maupun terutama pada waktu ia seorang diri.
h. Aside
Aside merupakan bagian naskah drama yang diucapakan seorang tokoh cerita dan ditujukan langksung kepada pembaca atau penonton dengan pengertian bahwa tokoh lain yang ada di pentas tidak mendengar.

Solilokui dan Aside merupakan konvensi (pertemuan) pentas yang jarang dipakai dalam drama masa kini. Harus kita ingat bahwa drama pun mempunyai misi, yakni tujuan menyeluruh yang ingin dicapai melalui drama.

Demikian informasi yang dapat saya berikan kali ini mengenai Mengapresiasi Drama Remaja mudah-mudahan bisa bermanfaat juga berguna. Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan artikel ini.
terimakasih
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori BIndo / Pengetahuan / SLTP2 dengan judul Mengapresiasi Drama Remaja. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://kreasi-bisnis-belajar.blogspot.com/2013/05/mengapresiasi-drama-remaja.html. Terima kasih!
 
Support : Creativoltz | Black Share | Black Cheat
Copyright © 2013. Berbagi Informasi - All Rights Reserved
Template Created by Maskolis Author Wenks
Proudly powered by Blogger